Tanah longsor sejatinya merupakan peristiwa alam. Meski demikian, tanah
longsor bisa diminimalisasi berkat sistem deteksi dini longsor yang
diciptakan seorang peneliti Indonesia.
Teuku Faisal Fathani, peneliti sekaligus penemu alat pendeteksi longsor
dari Universitas Gadjah Mada, terinspirasi dari alat-alat pendeteksi
gempa asal Jepang yang dibawa oleh Japan International Coorporation
Agency (JICA) saat menanggulangi bencana longsor di Indonesia pada 1999.
Alat pendeteksi longsor yang terdiri dari penakar hujan, ekstensiometer, tiltmeter, dan
alat untuk memantau fluktuasi muka air tanah tersebut dibawa ke
Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta untuk memantau pergerakan
tanah.
(sumber : liputan6.com)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar